Senin, 20 Mei 2013

MENINGKATKAN MANAJEMEN PERPUSTAKAAN SEKOLAH


            Perpustakaan sekolah saat ini dapat kita lihat sangat memprihatinkan, dapat dikatakan “Antara Hidup dan Mati”. Dikatakan hidup karena ada ,namun mati karena tidak mampu menghidupkannya,baik dari segi sumber daya manusianya maupun dari sisi pengolahannya. Jika kita lihat kondisinya saat ini bahwa pengelolaan perpustakaan di sekolah ,baik sekolah dasar (SD),  sekolah menengah pertama (SMP), bahkan disekolah menengah atas (SMA)  kurang adanya perhatian khusus mengenai hal ini. Kebanyakan dari pihak sekolahsendiri mengalihfungsikan perpustakaan itu menjadi tempat untuk memberikan pelajaran kepada siswanya jika mereka berbuat kesalahan seperti tidak mengerjakan tugas PR atau hanya sekedar tempat untuk mengerjakan tugas sekolah jika mendapat tugas dari guru mereka. Perpustakaan sekolah juga masih menjadi perpustakaan konvensional, karena pustakawan yang kurang berpengalaman dalam mengelolanya. Tidak hanya sampai disitu saja, karena pada kenyataannya banyak sekolah yang belum mempunyai perpustakaan. Padahal perpustakaan sekolah ini menjadi sarana penting bagi sekolah untuk mengembangkan pengetahuan siswa dan sarana penyebarluasan informasi. Dari kenyataan tersebut, sangat dibutuhkan adanya dukungan dari pihak-pihak intern dan ekstern untuk mengembangkan perpustakaan sekolah. Salah satu caranya dengan mengembangkan manajemen di perpustakaan. Manajemen perpustakaan ini sangat penting guna menunjang mobilitas dan kelancaran kegiatan di perpustakaan sekolah pada umumnya.
            Manajemen adalah pencapaian sasaran-sasaran organisasi dengan cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumber daya organisasi, Richard L.Daft (2002:8). Menurut UU RI NO 43 Tahun 2007 perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, tercetak dan terekam, secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya untuk keperluan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan menurut Sulistyo-Basuki (1994) perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada di sekolah dengan fungsi utama membantu tercapainya tujuan sekolah serta dikelola oleh sekolah yang bersangkutan. Jadi manajemen perpustakaan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan pelaporan guna mencapai tujuan penyelenggaraan perpustakaan sekolah.Komponen manajemen perpustakaan sekolah.
Kelancaran dari kegiatan perpustakaan sekolah tergantung dari pustakawan, dapat tidaknya mengelola perpustakaan tersebut menjadi perpustakaan yang lebih maju dan lebih baik. Karena seperti yang sudah kita tahu, bahwa pustakawan sekolah biasanya diambil dari pegawai atau karyawan yang tidak memiliki ilmu tentang kepustakawanan. Jadi sebagai pustakawan harus mampu mengelolanya dengan baik. Kegiatan manajemen ini bertujuan untuk mengembangkan potensi perpustakaan menjadi perpustakaan yang multi guna, mengelolanya untuk menunjang stabilitas dan mobilitas perpustakaan tersebut. Sebagai langkah awal dari kegiatan ini meliputi penentuan konsep sesuai dengan visi misi sekolah tersebut, hal ini dijadikan landasan utama untuk kegiatan yang berlangsung di perpustakaan. Manajemen perpustakaan tidak hanya terpaku dengan penataan rak-rak buku dan meletakkan serta menata buku di rak-rak, namun kegiatan ini sangat kompleks. Kegiatan manajemen ini dilakukan dengan beberapa bentuk yaitu :
1.      Planning, perencanaan awal dilakukan untuk menentukan pijakan utama dari kegiatan di perpustakaan sekolah. Kegiatan ini mengacu dengan visi misi dan tujuan sekolah tersebut.
2.      Organizing, menyusun kegiatan yang akan dilakukan dari bebrapa visi dan misis serta tujuan dari didirikannyaperpustakaan sekolah. Kegiatan organizing akan menentukan hidup dan matinya perpustakaan tersebut ,karena akan menjadi tolak ukuran dari kegiatan di perpustakaan.
3.      Staffing, kegiatan organizing ini merupakan langkah untuk menetukan individu-individu yang diberikan kepercayaam untuk mengelola perpustakaan. Namun pada saat ini, pihak perpustakaan sekolah kurang memperhatikan tentang hal ini, jadi mereka asal memberikan pekerjaan kepada orang yang sebenarnya tidak tahu menahu dengan bidang tersebut.
4.      Directing, pengarahan dari atasan kepada bawahan sangat penting untuk menindaklanjuti tugas mereka, apakah sudah dilaksanakan dengan baik atau belum.
5.      Controlling, merupakan pengawasan yang dilakukan oleh kepala bagian kepada bawahannya. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan di perpustakaan sudah berjalan dengan baik ,sudah sesuai dengan yang direncanakn.
6.      Reporting, feed back dari bawahan kepada atasan berupa laporan kegiatan yang telah dilaksanakan dalam perpustakaan. Reporting sangat menunjang untuk mengetahui hasil dari kegiatan yang dilakukan baik buruk harus segera dilaporkan pada saat rapat akhir.
Kegiatan diatas merupakan kegiatan penting dari sebuah manajemen, namun selain daari kegiatan diatas. Seorang pustakawan harus mampu mempromosikan perpustakaannya kepada siswa-siswa dapat melalui sosialisasi saat Masa Orientasi Siswa (MOS) atau dengan memberikan pamflet-pamflet berisi tentang arti perpustakaan dan pentingnya perpustakaan. Dengan cara begitu, perpustakaan akan diminati oleh siswa bahkan tidak hanya sebagai tempat untuk mengerjakan tugas namun sebagai sarana rekreasi dan hiburan.
            Manajemen perpustakaan pada kenyataannya sangat diperlukan oleh sebuah organisasi termasuk oleh perpustakaan sekolah. Karena dengan adanya prinsip-prinsip manajemen menjadi landasan sebuah organisasai dapat berkembang dengan baik. Selain itu dapat meningkatkan mobilitas serta kelancaran proses kegiatan di dalam perpustakaan, mencegah adanya  penyelewengan wewenang. Dan sebagai seorang pustakawan perpustakaan sekolah harus mampu mempromosikan perpustakaannya kepada warga di sekolah agar tidak sepi pengunjung.
Oleh karena itu, perpustakaan sekolah harus mendapatkan perhatian khusus baik dari pihak intern dan ekstern. Sebagai pustakawan perpustakaan sekolah harus mampu menerapkan prinsip-prinsip manajemen guna menunjang kelangsungan hidup perpustakaan sekolah itu sendiri. Seperti untuk program manajemen di perpustakaan tersebut,pustakawan dapat menerapkan kegiatan mulai dari membuat rencana kegiatan yang akan dilakukan di perpustaan,lalu menentukan misi sebagai tolak ukur dari kegiatn tersebut. Setelah itu menentukan siapa saja yang akan diberi tanggungjawab dalam hal misalnya pengolahan bahan pustaka,sirkulasi dan sebagainya. Barulah diadakan pengarahan kepada staf-staf tersebut guna member tahu kewajiban dan haknya dan kegiatan controlling atau pengawasan dari atasan terhadap bawahan. Yang terakhir kegiatan pelaporan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan baik sudah terlaksana maupun tidak terlaksana dengan baik. Hal itu akan menjadikan kegiatan di perpustakaan sekolah semakin terkoordinir dengan baik. Sehingga kita dapat berfikir bahwa perpustakaan memang menjadi hal penunjang yang vital dalam pembelajaran karena keberadaannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar