Perpustakaan sekolah saat ini dapat
kita lihat sangat memprihatinkan, dapat dikatakan “Antara Hidup dan Mati”. Dikatakan
hidup karena ada ,namun mati karena tidak mampu menghidupkannya,baik dari segi
sumber daya manusianya maupun dari sisi pengolahannya. Jika kita lihat
kondisinya saat ini bahwa pengelolaan perpustakaan di sekolah ,baik sekolah
dasar (SD), sekolah menengah pertama
(SMP), bahkan disekolah menengah atas (SMA) kurang adanya perhatian khusus mengenai hal
ini. Kebanyakan dari pihak sekolahsendiri mengalihfungsikan perpustakaan itu
menjadi tempat untuk memberikan pelajaran kepada siswanya jika mereka berbuat
kesalahan seperti tidak mengerjakan tugas PR atau hanya sekedar tempat untuk
mengerjakan tugas sekolah jika mendapat tugas dari guru mereka. Perpustakaan
sekolah juga masih menjadi perpustakaan konvensional, karena pustakawan yang
kurang berpengalaman dalam mengelolanya. Tidak hanya sampai disitu saja, karena
pada kenyataannya banyak sekolah yang belum mempunyai perpustakaan. Padahal
perpustakaan sekolah ini menjadi sarana penting bagi sekolah untuk
mengembangkan pengetahuan siswa dan sarana penyebarluasan informasi. Dari
kenyataan tersebut, sangat dibutuhkan adanya dukungan dari pihak-pihak intern
dan ekstern untuk mengembangkan perpustakaan sekolah. Salah satu caranya dengan
mengembangkan manajemen di perpustakaan. Manajemen perpustakaan ini sangat
penting guna menunjang mobilitas dan kelancaran kegiatan di perpustakaan
sekolah pada umumnya.
Manajemen adalah pencapaian
sasaran-sasaran organisasi dengan cara yang efektif dan efisien melalui
perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumber daya
organisasi, Richard L.Daft (2002:8).
Menurut UU RI NO 43 Tahun 2007 perpustakaan adalah institusi
pengelola koleksi karya tulis, tercetak dan terekam, secara profesional dengan
sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya untuk
keperluan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan menurut Sulistyo-Basuki (1994) perpustakaan sekolah adalah
perpustakaan yang berada di sekolah dengan fungsi utama
membantu tercapainya tujuan sekolah serta dikelola oleh sekolah yang
bersangkutan. Jadi
manajemen perpustakaan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan
pelaporan guna mencapai tujuan penyelenggaraan perpustakaan sekolah.Komponen
manajemen perpustakaan sekolah.
Kelancaran dari kegiatan perpustakaan sekolah
tergantung dari pustakawan, dapat tidaknya mengelola perpustakaan tersebut
menjadi perpustakaan yang lebih maju dan lebih baik. Karena seperti yang sudah
kita tahu, bahwa pustakawan sekolah biasanya diambil dari pegawai atau karyawan
yang tidak memiliki ilmu tentang kepustakawanan. Jadi sebagai pustakawan harus
mampu mengelolanya dengan baik. Kegiatan manajemen ini bertujuan untuk
mengembangkan potensi perpustakaan menjadi perpustakaan yang multi guna,
mengelolanya untuk menunjang stabilitas dan mobilitas perpustakaan tersebut. Sebagai
langkah awal dari kegiatan ini meliputi penentuan konsep sesuai dengan visi
misi sekolah tersebut, hal ini dijadikan landasan utama untuk kegiatan yang
berlangsung di perpustakaan. Manajemen perpustakaan tidak hanya terpaku dengan
penataan rak-rak buku dan meletakkan serta menata buku di rak-rak, namun
kegiatan ini sangat kompleks. Kegiatan manajemen ini dilakukan dengan beberapa
bentuk yaitu :
1.
Planning,
perencanaan awal dilakukan untuk menentukan pijakan utama dari kegiatan di
perpustakaan sekolah. Kegiatan ini mengacu dengan visi misi dan tujuan sekolah
tersebut.
2.
Organizing, menyusun
kegiatan yang akan dilakukan dari bebrapa visi dan misis serta tujuan dari
didirikannyaperpustakaan sekolah. Kegiatan organizing akan menentukan hidup dan
matinya perpustakaan tersebut ,karena akan menjadi tolak ukuran dari kegiatan
di perpustakaan.
3.
Staffing,
kegiatan organizing ini merupakan langkah untuk menetukan individu-individu
yang diberikan kepercayaam untuk mengelola perpustakaan. Namun pada saat ini,
pihak perpustakaan sekolah kurang memperhatikan tentang hal ini, jadi mereka
asal memberikan pekerjaan kepada orang yang sebenarnya tidak tahu menahu dengan
bidang tersebut.
4.
Directing,
pengarahan dari atasan kepada bawahan sangat penting untuk menindaklanjuti
tugas mereka, apakah sudah dilaksanakan dengan baik atau belum.
5.
Controlling,
merupakan pengawasan yang dilakukan oleh kepala bagian kepada bawahannya.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan di perpustakaan sudah
berjalan dengan baik ,sudah sesuai dengan yang direncanakn.
6.
Reporting,
feed back dari bawahan kepada atasan berupa laporan kegiatan yang telah
dilaksanakan dalam perpustakaan. Reporting sangat menunjang untuk mengetahui
hasil dari kegiatan yang dilakukan baik buruk harus segera dilaporkan pada saat
rapat akhir.
Kegiatan diatas merupakan kegiatan penting dari
sebuah manajemen, namun selain daari kegiatan diatas. Seorang pustakawan harus
mampu mempromosikan perpustakaannya kepada siswa-siswa dapat melalui
sosialisasi saat Masa Orientasi Siswa (MOS) atau dengan memberikan pamflet-pamflet
berisi tentang arti perpustakaan dan pentingnya perpustakaan. Dengan cara
begitu, perpustakaan akan diminati oleh siswa bahkan tidak hanya sebagai tempat
untuk mengerjakan tugas namun sebagai sarana rekreasi dan hiburan.
Manajemen
perpustakaan pada kenyataannya sangat diperlukan oleh sebuah organisasi termasuk
oleh perpustakaan sekolah. Karena dengan adanya prinsip-prinsip manajemen
menjadi landasan sebuah organisasai dapat berkembang dengan baik. Selain itu
dapat meningkatkan mobilitas serta kelancaran proses kegiatan di dalam
perpustakaan, mencegah adanya
penyelewengan wewenang. Dan sebagai seorang pustakawan perpustakaan
sekolah harus mampu mempromosikan perpustakaannya kepada warga di sekolah agar
tidak sepi pengunjung.
Oleh karena itu, perpustakaan sekolah harus
mendapatkan perhatian khusus baik dari pihak intern dan ekstern. Sebagai
pustakawan perpustakaan sekolah harus mampu menerapkan prinsip-prinsip manajemen
guna menunjang kelangsungan hidup perpustakaan sekolah itu sendiri. Seperti
untuk program manajemen di perpustakaan tersebut,pustakawan dapat menerapkan
kegiatan mulai dari membuat rencana kegiatan yang akan dilakukan di
perpustaan,lalu menentukan misi sebagai tolak ukur dari kegiatn tersebut.
Setelah itu menentukan siapa saja yang akan diberi tanggungjawab dalam hal
misalnya pengolahan bahan pustaka,sirkulasi dan sebagainya. Barulah diadakan
pengarahan kepada staf-staf tersebut guna member tahu kewajiban dan haknya dan
kegiatan controlling atau pengawasan dari atasan terhadap bawahan. Yang
terakhir kegiatan pelaporan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan baik sudah
terlaksana maupun tidak terlaksana dengan baik. Hal itu akan menjadikan
kegiatan di perpustakaan sekolah semakin terkoordinir dengan baik. Sehingga kita
dapat berfikir bahwa perpustakaan memang menjadi hal penunjang yang vital dalam
pembelajaran karena keberadaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar