Kamis, 16 Mei 2013

3122012


Miris menusuk jantung
Saat ku tau kebohonganmu
Saat ku buka mata melihat kenyataan yang ada
Tentang dirimu saat ini
Bukan kamu yang dulu ,yang slalu menyayangi dan menjaga aku
Bukan kamu yang selalu menomorsatukanku di hatimu
Dan tak pernah mau mendustaiku
Namun semua itu seakan sirna ,bukan kamu lagi
Bukan kamu yang aku banggakan menjadi nomor satu di hatiku
Bukan yang aku cinta untuk aku sebut namamu di hatiku
Dan bukan kamu yang slalu aku pegang erat untuk tak kulepaskan
Sekarang semua itu serasa ilusi ,bayangan yang saat ini telah sirna
Aku sakit bukan kaarna kau khianatiku
Bukan karna kau menduakanku
Tapi lebih sakit karna kedustaanmu kepadaku
Selama ini tak pernah ku tau kau setajam pisau yang mampu menusuk ulu hati
Kau yang selama ini aku kenal mampu membahagiakanku bukan menyia-nyiakanku dan mendustaiku
Mungkinkah kau bosan padaku ?
Ucapkan saja jika memang apa adanya seperti itu ,tak perlu menyakitiku
Aku hanya berdo’a ke depan aku lebih kuat dan akan baik-baik saja J

Minggu, 21 April 2013

OMG , I’M FALLING IN TO ........ ???

Didear, sedikit nih gue ceritain ke elo semua ya tentang kisah hidup gue dan perjuangan berat gue menemukan satu titik arah menuju masa depan (lebay dikit ya). Gini nih awal mulanya mulai dari kelas  X SMA , dulu sih gue SMA nya di SMA N 1 Sleman , sekolah favorit di kota gue saat ini :D .
Nah penjurusan  kan  saat itu dimulai saat kelas XI. Pas kenaikan kelas menuju ke kelas XI , gue liatin tuh rapot yang ada di tangan  bokap gue dan hasilnya ................... *teretengggg
GUE MASUK IPAAAAAA !!!!! *sorakdalamhati*.
Alhamdulilah banget , impianku  udah ada di genggaman, menjadi satu langkah baik buat mimpiku . oh iya belom tau ya , cita-citaku  kan dari dulu pengen masuk ke bidang kesehatan . Gue pengen kalog gue sendiri sakit bisa ngobatin tanpa harus buang-buang duit ke dokter tuh ,lumayan kan uangnya bisa ditabung buat masa depan haha. Maka dari itu gue bisa masuk IPA tuh seneng banget sedikit membuka jalan dan mata hati saya untuk masa depan wkw. Sampai deh di kelas XII, masa masa paling sulit menurut gue saat  masa SMA. Karena ya masa penentuan kan selama 3 tahun belajar , ditentukan dengan masa 4 hari yaitu UJIAN NASIONAL. Hati berdetak-detak dan sampai muka nih berjerawat banyak saking kebanyakan mikir, maklum lah gue tipe pemikir sejati heheh.
Tiba masa pengumuman dan akhirnya GUE LULUSSSSSS !! Alhamdulilah ya robbal ‘alamin, sujud syukur gue ucapin buat ALLAH my best god J . biasa lah ya anak SMA langsung pada oret-oret bajunya tuh dan pawai (jaman SMA loh) . Memasuki tes masuk PT , saat itu sih masih ada SNMPTN , Gue gaya banget ambilnya tinggi-tinggi di salah satu PT terbaik di jogja ambil Ilmu Keperawatan sama Gizi, udah gitu pilihan kedua gue ambilnya di Universitas ambilnya pendidikan , namunnnnnnn huuuuuuuuuuuh gak ketrima dua-duanya . hancur deh hancurr L .
Gak patah semangat sampai saat itu ,gue daftar di Politeknik Kesehatan dan ambil Kebidanan sama Analis Kesehatan, itu yang selalu gue pingin dari awal. Dan hanya dari itu gue berpijak impian terakhir dan harapan terakhir ,karena gak pernah ada bayangin lain bidang apa yang akan gue ambil selain Kesehatan itu. Tess udah dimulai ,sempet juga ngikutin TO TO yang diadain oleh mereka, namun masih gagal. Nangis – nangis dan nangis , usahaku gagal lagi , rasanya sudah patah semangatt untuk kuliah. Bener-bener down dengan kenyataan yang ada. 1  minggu 2 minggu berlalu, masih saja memikirkan hal itu , nyesel banget kenapa gakbisa kesaring untuk masuk disana.
Datanglah sedikit pencerahan buat gue nih dears, oraang tua gue nyuruh gue kuliah dan ambil Ilmu Peprustakaan yang saat ini gue jalanin sampai sudah mencapai semester 4. Gue udah sedikit lega karena gue bisa masuk kesitu dengan ujian tes tertulis. Masa kuliah pun aku jalani, sedih senang terpaksa dikit juga masih mengganjal hati ini sampai menginjak semster 3 . aku baru merasa nyemplung saat aku udah semester 4 ini. Bener-bener aku bisa turun langsung ke lapangan dan tau betapa pentingnya perpustakaan bagi masyarakat itu, karana saat ini banyak orrang memandang rendah tentang profesiku yaitu calon Pustakawan. Mungkin mereka belum tahu aja betapa beratnya dan berjasanya seorang pustakawan bagi bangsa ini, tanpa mereka pulalah bangsanya gak akan maju  sesuai Pembukaan UUD 1945.Saat ini gue baru nyadar kalau gue sendiri terlalu mengesampingkan profesi ini.
Namun, mulai saat ini gue mulai cintai profesi gue ini sebagai CALON PUSTAKAWAN YANG NON GAPTEK juga, pokoknya gak akan kalah dengan profesi-profesi yang lain.
Jadi dears, kalian bisa sedikit membuka mata kalian untuk kami sebagai calon pustakawan , syukur-syukur bisa ngikutin jalan gue nih hehe J
Udah yee, segitu aja cerita gue tentang lika liku berlekuk-lekuk kisah gue ,semoga bermanfaat .
Salam hangat dari dita buat ditadears :*  

Rabu, 03 April 2013

PUISI ISENG


Miris menusuk jantung


Saat ku tau kebohonganmu


Saat ku buka mata melihat kenyataan yang ada


Tentang dirimu saat ini


Bukan kamu yang dulu ,yang slalu menyayangi dan menjaga aku


Bukan kamu yang selalu menomorsatukanku di hatimu


Dan tak pernah mau mendustaiku


Namun semua itu seakan sirna ,bukan kamu lagi


Bukan kamu yang aku banggakan menjadi nomor satu di hatiku


Bukan yang aku cinta untuk aku sebut namamu di hatiku


Dan bukan kamu yang slalu aku pegang erat untuk tak kulepaskan


Sekarang semua itu serasa ilusi ,bayangan yang saat ini telah sirna


Aku sakit bukan kaarna kau khianatiku


Bukan karna kau menduakanku


Tapi lebih sakit karna kedustaanmu kepadaku


Selama ini tak pernah ku tau kau setajam pisau yang mampu menusuk ulu hati


Kau yang selama ini aku kenal mampu membahagiakanku bukan menyia-nyiakanku dan mendustaiku


Mungkinkah kau bosan padaku ?


Ucapkan saja jika memang apa adanya seperti itu ,tak perlu menyakitiku


Aku hanya berdo’a ke depan aku lebih kuat dan akan baik-baik saja :)

Sabtu, 16 Maret 2013

STADIUM GENERAL WITH MR.BLASIUS ,MRS.AFIA AND MRS.RATIH @TEATRICAL OF LIBRARY UIN SUNAN KALIJAGA ON MONDAY,11 MARCH 2013


nih guys ,gue kasih info tentang stadium general pada Senin lalu ,menarik dan banyak antusiasme dari dosen dan mahasiswa mahasiswa . baca yeee :)


Pemateri I (Afia Rosdiana)
Orang awan banyak yang menilai bahwa TBM itu bukan perpustakaan. Apakah benar demikian? Bu Afi mengatakan bahwa beliau bukan seorang pustakawan, karena berdasarkan buku Pak Blasius seorang pustakawan bukan hanya menurut SK Menpan namun berdasarkan dari jiwanya sendiri ,dukungan dari jiwa yang kuat sehingga menumbuhkan jiwa kepustakawanan.
Bu Afi mengisahkan sewaktu kecil setiap Sabtu beliau sering mengunjungi perpustakaan bersama keluarganya dan disana tidak dipaksa untuk membaca buku. Sewaktu beliau sekolah di Chines school, gurunya mengajak beliau ke perpustakaan dan diajak untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan bukan hanya saja untuk membaca buku. Tahun 2006 Bu Afi pindah ke Indonesia dan hal yang pertama kali dicari adalah perpustakaan, dan ternyata perpustakaan hanya ada dipojokkan SD dekat rumah beliau.
Pada tahun 2009 beliau ditugasi di perpustakaan kota, sangat disayangkan banyak buku bahan bacaan di perustakaan lebih kepada teori tentang perpustakaan; bagaiman cara klasifikasi, cara katalogisasi, dan sebagainya. Hal-hal teknis seperti itu yang beliau dapatkan di internet; bahan-bahan tentang bagaimana perkembangan perpustakaan malah banyak artikel yang belum ada di perpustakaan. Dengan hadirnya “Perpustakaan untuk Rakyat” ini, suatu hal yang menggembirakan bagi kita semua yang berkecipung dalam bidang perpustakaan karena buku ini memberikan nuansa yang lain tentang apa itu perpustakaan yang tidak hanya terkait dengan klasifikasi, katalogisasi dan cara menata perpustakaan. Beliau senang sekali dengan buku tersebut apalagi buku tersebut dibuat seperti novel, ada dialog antara anak dengan bapak dan di dalamnya dibagi menjadi tiga bagian, dan satu sama lain saling berkaitan. Bu Afi sependapat dengan pengantar pada buku tersebut bahwa kita tidak bisa membaca langsung dari belakang.
Bab pertama berbicara tentang pengembangan masyarakat. Sedikit masukan dari beliau perpustakaan disini yang ditulis adalah perpustakaan umum ada di wilayah kota Yogyakarta, namun Taman Bacaan disini adalah Taman Bacaan dan Cakruk Pintar itu adalah Taman Bacaan Masyarakat yang berada di wilayah Sleman. Ada yang berbeda dengan kebijakan dan pendampingan yang dilakukan antara kota Yogyakarta dengan Sleman. Tahun 2009, seolah-olah orang yang ada di perpustakaan tidak boleh menyebut dengan TBM, karena kalau TBM itu miliknya Depdiknas dan didirikan dari Kementrian Pendidikan Nasional. Sedangkan Perpusnas mengepalai langsung Perpustakaan Masyarakat. TBM ini dapat disebut sebagai taman bacaan masyarakat karena bantuan dari dinas lebih banyak dibanding dari perpusnas.
Perpustakaan masyarakat atau TBM mempunyai ruh yang sama yaitu mengembangkan minat baca. Dari 240 TBM, hampir 30% sudah “koma” atau tidak mati dan tidak hidup.
Dialog kedua, Pak Blasius dan Ratih membicarakan perpustakaan dan kepustakawanan. Bu Afi mengaitkan dengan anekdot Gus Dur tentang banteng. Anekdot tersebut mempunyai pemahaman bahwa banteng yang sangat galak kalah dengan kegalakan Bill Clinton, terkait dengan perkataan Bill Clinton “kalau kamu ngeyel tidak mau minggir, saya titipin di perpustakaan”. Sebegitu menyeramkankah perpustakaan sampai banteng saja takut?. Hal tersebut terkait dengan orang-orang yang “dibuang” di perpustakaan. Jadi, semua itu tergantung dengan persepsi kita masing-masing.
Banyak hal yang dapat kita pelajari dari buku tersebut, bukan hanya belajar ilmu perpustakaan tidak hanya belajar mengolah perpustakaan tetapi lebih kepada memahami kebutuhan masyarakat. Kadang-kadang sebagian orang yang bukan pustakawan agak susah untuk mengubah paradigma bahwa pustakawan itu hanya mengurusi buku dan sangat susah sekali mengatakan perpustakaan itu harus dinamis.

PEMATERI II (Ratih Rahmawati)
Pada kesempatan ini, mbak Ratih mengatakan bahwa yang tertulis itu bukan kontennya tapi bagaimana berkolaborasi antara generasi yang masih banyak galaunya dengan bapak Blasius yang sudah mempunyai jam terbang tinggi. Mengenai artikel yang ditulis oleh mbak Ratih mengenai perpustakaan yang ada di Jogja dan Sleman, beliau mengatakan bahwa itu hanya urusan kebijakan. Mbak Ratih berharap mahasiswa lebih aktif untuk bertanya.

PEMATERI III (Pak Blasius Sudarsono)
Pada awalnya pustakawan jarang menulis, hal tersebut dialami beliau saat mengajar di Universitas Indonesia tahun 1981. Sejak itu masa penantian beliau dimulai. Setiap tahun tidak pernah ada yang merespon ajakan beliau untuk menulis. Tahun 2012 dengan mantap Ratih mau untuk berkolaborasi dengan beliau. Pak Blasius mengatakan, bagaimana menyesuaikan pola pikir dua orang memenag tidak mudah. Bukan masalah instansinya tetapi lebih kepada persepsi dua generasi yang mempunyai selisih umur.
Dialog pertama, menceritakan perpustakaan dengan restoran. finally library is librarian, yang di belakang perpustakaan adalah pustakawan. Pustakawan mempunyai jiwa ruh kepustakawanan.
Jika dikaitkan dengan perpustakaan, ada dua tujuan penting pada pembukaaan UUD 1945 terkait dengan dialog buku tersebut, yaitu:
-         Kesejahteraan umum
-         Kecerdasan kehidupan bangsa
TBM atau perpustakaan bukan tujuan akhir namun hanya perantara. Sayangnya, pembukaan UUD 1945 tidak secepatnya diinternalisasikan kepada bangsa Indonesia.
Pustakawan yang memiliki kepustakawanan, pilar kepustakawanan adalah menururt beliau ada 4 yaitu :
1.      Pada dasarnya kepustakawanan adalah panggilan hidup.
2.      Kepustakawanan adalah spirit of life.
3.      Kepustakawanan adalah karya pelayanan
4.      Kepustakawanan dilakukan dengan profesional

Kepustakawanan lebih dekat dengan kemampuan, lebih baik yang mau dan tidak mampu daripada yang mamu tapi tidak mau. Hal-hal tersebut yang menjadi motivator dan inspirator untuk pak Blasius.



5 sila kepustakawanan :
1.      Pustakawanan harus mampu berfikir kritis
2.      Membaca
3.      Menulis
4.      Kemampuan enterpreneur. Pustakawan harus mengembangakn kemampuan enterpreneur. Perpustakaan adalah akumulasi dari recorder culture atau knowledge. Menjawab segala permasalahan yang dipaparkan dibuku tersebut, pak Blasius berpendapat bahwa pendekatan keilmuan harus diperbaiki. Kemampuan ini dapat berupa penulisan buku yang akan menghasilkan uang secara ekonomi akan memperbaiki financialnya mereka.
5.      Etika. Etika perlu diajarkan. Example: internet banyak untuk akses pornografi. Lalu bagaimana dengan tugas putakawan itu sendiri?

Interaksi kemampuan dan kemauan, diibaratkan oleh beliau sebagai BRR, yaitu Bright, Right, Rije. Pustakawan itu harus cerdas. Menurut 3 pendekatan:
1.      Soft site
2.      Kemampuan
3.      Pustakawan ideal
Pemahaman tentang sistem yang harus diperbaiki:
1.      Pendekatan sistem
2.      Fungsi ruang dan waktu
3.      Bilangan tiga
Buku Perpustakaan untuk rakyat tersebut mengadaptasi buku Sri Sultan HB IX yang berjudul Tahta untuk Rakyat.