Selasa, 28 September 2010

TORNADO

Natural disasters increasingly become on of late . In Indonesia itself the most powerful , namely : Tsunami , earthquake , landslide, volcano erruption , forest fires . Natural disaster caused by the human hand is also due to getting older. Maybe also caused the older the earth, be a disaster everywhere, such as : flood, landslide, earthquake, volcano eruption, a tornado, etc .
This time I will discuss about the tornado.
Tornado is a spinning wind that touches the ground. The wind inside the tornado spinning rapidly and making him extremely dangerous nipples.
Most tornado has a rate of 175 km / h or less, with a width of 250 feet (75 meters), and move a few kilometers before it "disappeared". Although the tornado had wind speed 480 km / h, with a width of more than (1.6 km) but could move beyond 100 kilometers.
Saturday 25/9/2010 at about 2.00 pm. Dark clouds accompanied by wind struck the Yogyakarta region. The north, Sleman and surrounding areas. Dark clouds, with rain storm brought damaging several buildings, such as rooftops, and other public facilities such as billboards. Trees were uprooted due to a lot of wind who supposedly was a tornado. PLN Electricity was also out to areas such Sleman Ambarukmo plaza area and sekitarnya.Banyak the people who spread out of the house. Although not last long, which would damage was also caused losses 

Kamis, 02 September 2010

Bahaya Mi Instan

Banyak anak kecil yang suka mie instan. Kadang selain tiap hari, bisa jadi mereka makan mie instan 2 kali atau bahkan selalu makan mie instan. Ini karena rasa mie instan yang gurih sekali karena memakai berbagai bumbu yang tak jarang berbahaya bagi kesehatan seperti MSG, perasa buatan sehingga rasanya jadi seperti rasa ayam, sapi, bakso, dsb, pengawet buatan, dan sebagainya.
Di tabloid Nova dikisahkan seorang anak yang bernama Hilal ususnya harus dipotong karena kebanyakan makan mie instan.
Sebaiknya jangan biarkan anak makan mie instan. Jika pun harus, masaklah air yang banyak. Sisihkan sebagian air untuk kuah dan masukan ke piring. Setelah itu baru masukan mie. Buang air rebusan mie (jangan dimakan). Bumbu cukup separuh dan perbanyak airnya hingga penuh agar bumbunya jadi hambar.
Memang jadinya kurang begitu enak. Tapi itu lebih baik ketimbang usus harus dipotong seperti kasus anak di bawah ini.

Usus Dipotong akibat Kebanyakan Mi Instan 

Laporan wartawan NOVA Ester Sondang
MAKSUD hati membantu suami menambah penghasilan, apa daya anak jadi korban. Akibat kerap meninggalkan buah hatinya, Hilal Aljajira (6), Erna Sutika (32) kini harus menelan pil pahit. Usus Hilal bocor dan membusuk hingga harus dipotong. Rupanya tiap hari Hilal hanya menyantap mi instan karena di rumah tak ada orang yang memasakkan makanan untuknya. Berikut cerita Erna.
Saat usia Hilal menginjak 2 tahun, aku memutuskan bekerja, membantu keuangan keluarga mengingat
penghasilan suamiku, Saripudin (39), kurang mencukupi kebutuhan keluarga.
Aku bekerja di perusahaan pembuat bulu mata palsu, tak jauh dari rumah kami di Garut. Setiap berangkat kerja, Hilal kutitipkan kepada ibuku. Di situ, ibuku kerap memberinya mi instan. Bukan salah ibuku, sih, karena sebelumnya, aku juga suka memberinya makanan itu jika sedang tidak masak.
Ternyata, Hilal jadi “tergila-gila” makanan itu. Ia akan mengamuk dan mogok makan jika tak diberi mi instan. Ya, daripada cucunya kelaparan, ibuku akhirnya hanya mengalah dan menuruti kemauan Hilal. Lagi pula, kalau tidak diberi, Hilal pasti akan membeli sendiri mi instan di warung dekat rumah dengan uang jajan yang kuberikan. Praktis, sehari dua kali ia makan mi instan.